Peri kecil bersedih, ia kehilangan sayapnya
Sayap indah bercahaya yang ia berikan pada pria pemilik senyum terindah
Senyum yang mampu mencairkan seluruh butiran salju sebesar himalaya
Sayap kecil indah bercahaya telah direlakan hanya untuk penutup sebuah luka
Luka yang menganga di relung hati pria pemilik senyum termahsyur dihatinya
Peri kecil tengah menunggunya sekian lama
Kemana gerangan pria pemilik senyum maha dahsyat itu?
Akankah kembali?
Peri kecil masih tersudut malu akan hari-harinya
Tanpa menghiraukan berapa daun yang berguguran
Tanpa memperhatikan berapa butiran air langit yang jatuh
Peri kecil tetap menunggu,
Hai sang maha lelaki berhati baja! tidakkah pengorbanan itu terbersit di hatimu?
Di relung jiwamu? atau di kedua bola matamu yg berbinar sekalipun?
Akankah kau membiarkannya mati, tak terurus, dan usang dimakan rayap berdebu?
Dimana kau hai lelaki? perhatikanlah peri kecil yang kini berjalan terseok seok
Itu karena siapa? karena apa?
Itu karna dua hal, KARENA KAMU DAN KEEGOISANMU !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar